foto Aburizal bakri dan Agung laksono
akarta -Pertemuan Silaturahmi Nasional Golkar pada malam ini, Minggu 1 November 2015 malam berlangsung hangat. Agung Laksono, Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol menuturkan hasil pertemuannya dengan Aburizal Bakrie, Ketua Umum Golkar versi Munas Bali.
Di hadapan politikus senior Golkar yang meriung di Kantor DPP Golkar Slipi Jakarta Barat, Agung menceritakan kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan di kawasan Sudirman Central Business District, Jakarta Selatan. Menurut Agung, pertemuan yang digelar Sabtu 31 Oktober 2015 malam itu melahirkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik kepengurusan.
" Di antaranya, kami sepakat mendukung pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dengan tulus," kata Agung Laksono di Kantor Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi Jakarta Pusat, Minggu 1 November 2015.
Agung menuturkan, pertemuan diinisiasi kader Golkar MS Hidayat." Jadi kami ,saya dan Pak Ical, telah sepakat mendukung pemerintahan Jokowi secara tulus," kata Agung lagi.
Menurut Agung, dukungan kepada pemerintahan Jokowi diartikan loyal kritis. Artinya, Golkar loyal kepada pemerintah, namun tetap akan mengkritik jika ada hal-hal yang dirasa partai berlambang beringin tersebut tidak benar.
"Kami akan loyal, tetapi tetap terbuka dalam hal kritik demi kepentingan bangsa juga," sebut Agung.
"Kami akan loyal, tetapi tetap terbuka dalam hal kritik demi kepentingan bangsa juga," sebut Agung.
Agung menuturkan, ia dan Ical sepakat mengakhiri perseteruan panjang demi kebangkitan Golkar lagi. Mereka emoh ngotot lagi mempertahankan perbedaan mendasar dalam merumuskan posisi politik dan agenda partai.
Terutama setelah Golkar melebur dalam arus Koalisi Merah Putih yang dibentuk partai-partai pendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, pasca kekalahan mereka dalam ajang pemilihan Presiden 2014.
Aburizal mengaku tak keberatan memoles ulang pendiriannya. Format oposisi yang melatari kelahiran Koalisi Prabowo itu tak harus ia pertahankan mati-matian. Ia bersedia menyerahkan Golkar sebagai partai pendukung pemerintah. Dengan catatan: "Kami ingin menjadi loyalis yang tetap kritis," ujar Aburizal.
Aburizal mengaku tak keberatan memoles ulang pendiriannya. Format oposisi yang melatari kelahiran Koalisi Prabowo itu tak harus ia pertahankan mati-matian. Ia bersedia menyerahkan Golkar sebagai partai pendukung pemerintah. Dengan catatan: "Kami ingin menjadi loyalis yang tetap kritis," ujar Aburizal.
Acara rujuk nasional Golkar itu dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan.
Sumber :http://nasional.tempo.co/read/news/2015/11/02/078714980/dua-kubu-di-golkar-sepakat-dukung-pemerintahan-jokowi-jk
0 komentar